Ajaibnya Data Tenaga Kesehatan di Indonesia

Beberapa hari terakhir, kita kerap disuguhi tentang data tenaga kesehatan di Indonesia. Data tersebut tersebar luas di berbagai media di Indonesia, baik media online maupun media offline. Sumber info dari penyebaran data tersebut pun tidak tanggung-tanggung langsung dari pihak Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), dalam hal ini disampaikan langsung oleh Sang Menteri Kesehatan Republik Indonesia (Menkes RI) dr. Nafsiah Mboi, SPA, MPH.

Namun yang membuat penulis geleng-geleng kepala adalah bahwa kutipan data yang tercatat di media online maupun offline tersebut anehnya berbeda satu sama lain, bahkan perbedaan jumlahnya pun kadang sangat kontras sekali. Sebagai contoh adalah website Wakil Presiden Republik Indonesia (Wapres RI) yang beralami di http://wapresri.go.id/ menuliskan bahwa jumlah Perawat di Indonesia pada akhir tahun 2012 adalah 105.419 orang, sedangkan Dokter berjumlah 101.947 orang.  Sementara di website Detik yang beralamat di http://health.detik.com/ Menteri Kesehatan menyatakan bahwa data Perawat saat ini adalah 220.575 orang. Jumlah Perawat yang 220.575 orang ini juga dimuat dibeberapa media online yang penulis baca, diantaranya Antara News Kalbar maupun Kompas Dot Com. Bahkan di Harian Kompas edisi Sabtu, 9 Maret 2013, Menkes RI hanya menyebutkan bahwa jumlah Perawat di Indonesia hanya 225.000 orang saja.

Lebih jauh lagi penulis menelusuri mengenai data tenaga kesehatan ini via website Badan Pengembangan dan Pemberdayaan Tenaga Kesehatan. Disini penulis dapatkan sebuah aplikasi yang berkaitan dengan data tenaga kesehatan di Indonesia yang terkini. Alamat aplikasi yang bernama Bank Data SDM Kesehatan (BPPSDMK) itu adalah http://bpsdm.depkes.go.id/sdmk. Data yang tercantum dalam aplikasi website ini pun tidak sama dengan informasi yang disampaikan oleh Menkes RI diberbagai media tersebut. Selain itu data yang terpapar disanapun tidak dijelaskan didapatkan via apa dan merupakan data tahun berapa.

Dalam aplikasi ini disebutkan bahwa jumlah tenaga kesehatan di seluruh Indonesia adalah 668.552 orang, dimana 32,91 dari seluruh tenaga kesehatan yang ada adalah Perawat. Paparan data tenaga kesehatan di Indonesia dalam aplikasi website tersebut adalah sebagai berikut:

  • Dokter Spesialis 16.802 orang (Puskesmas: 146, RS: 15.958, Lainnya: 698)
  • Dokter Umum 33.535 orang (Puskesmas: 17.726, RS: 12.816, Lainnya: 2.993)
  • Dokter Gigi 10.636 orang (Puskesmas: 6.874, RS: 3.032, Lainnya: 730)
  • Perawat 220.004 orang (Puskesmas: 105.147, RS: 104.346, lainnya: 10.511)
  • Perawat Gigi 13.682 orang (Puskesmas: 10.218, RS: 2.994, Lainnya: 470)
  • Bidan 122.040 orang (Puskesmas: 101.956, RS: 15.646, Lainnya: 4.438)
  • Kefarmasian 26.025 orang (Puskesmas: 9.813, RS: 10.365, Lainnya: 5.847)
  • Kesmas 44.297 orang (Puskesmas: 21.318, RS: 7.461, Lainnya: 15.518)
  • Kesling 15.844 orang (Puskesmas: 10.507, RS: 2.233, Lainnya: 3.104)
  • Gizi 15.397 orang (Puskesmas: 9.605, RS: 3.901, Lainnya: 1.891)
  • Keterapian Fisik 3.260 orang (Puskesmas: 625, RS: 2.424, Lainnya: 211)
  • Keteknisian Medis 20.099 orang (Puskesmas: 6.950, RS: 11.150, Lainnya: 1.999)
  • Tenaga Non Kesehatan 126.901 orang (Puskesmas: 34.768, RS: 68.966, Lainnya: 23.167)

Berdasarkan data yang dimiliki dalam aplikasi BPPSDMK ini juga masih terdapat selisih yang cukup banyak antara data yang disampaikan oleh Menkes RI dengan data yang tercantum dalam aplikasi tersebut. Menkes RI menginformasikan bahwa jumlah Perawat di Indonesia adalah 220.575 orang, sedangkan data yang tercantum dalam BPPSDMK adalah sebanyak 220.004 orang. Berarti ada selisih 571 orang Perawat yang ada di Indonesia. Apalagi apabila data tersebut dibandingkan dengan informasi yang tersedia di website Wapres RI, maka selisihnya adalah 116.156 orang Perawat. Silakan cek dan bandingkan disini dengan disini serta disini.

Berdasarkan data-data yang penulis sampaikan diatas, sebaiknya Ibu Menkes ada baiknya apabila menyampaikan informasi yang berkaitan dengan data dan utilitas yang ada dibawah kewenangannya dapat memberikan informasi yang akurat, informasi yang valid dan reliabel. Karena informasi yang disampaikan dikutip oleh berbagai media, selain itu data yang ada juga akan dibaca oleh civitas kesehatan yang ada di Indonesia. Ada kalanya pihak-pihak lain di luar negeri yang berkepentingan dengan data tersebut akan mengutip data yang disampaikan.

Ada baiknya, Ibu Menkes RI menginstruksikan kepada jajaran dibawahnya untuk senantiasa meng-update informasi yang diperlukan dan memberikan informasi yang terkini kepada pimpinan untuk disampaikan dalam acara-acara publik yang mendapat sorotan masyarakat luas. Karena perbedaan data yang terlihat selama ini menunjukkan carut-marutnya database dan manajerial yang berlangsung di Kemenkes RI selama ini.

 

Source: Website Wapres RI, BPPSDMK, Detik Health