Apa Enaknya Menjadi Perawat?

Tergelitik mendapat pertanyaan dari seorang follower Blog Perawat di twitter, akhirnya Blog Perawat mencoba menjawab dalam artikel ini. Karena Blog Perawat berfikir, kalau jawaban tersebut dibuat dalam serial tweet, maka akan cukup menguras energi untuk men-tweet-nya, sehingga agar lebih mudah dan lebih bernas opini yang Blog Perawat berikan berkaitan dengan jawaban pertanyaan tersebut, maka tidak ada salahnya kalau Blog Perawat mencoba untuk menjawabnya melalui artikel ini.

Sebagaimana disampaikan diawal, bahwa alasan Blog Perawat menulis artikel ini adalah karena adanya suatu pertanyaan, lalu siapakah yang bertanya tersebut? Apa pertanyaannya? Mengapa pertanyaan tersebut begitu penting sehingga diperlukan sebuah artikel untuk menjawabnya?

Baiklah, agar tidak terlalu berpanjang lebar akan Blog Perawat sampaikan asal muasalnya. Pertanyaan ini disampaikan oleh follower Blog Perawat yang bernama Mahida dan aku akun twitter-nya adalah MahdaMela. Remaja yang mengaku tinggal di Kudus Jawa Tengah ini bukanlah seorang perawat, namun memiliki ketertarikan dan cita-cita ingin menjadi seorang perawat dimasa yang akan datang. Keinginan itulah yang mendorong yang bersangkutan untuk menjadi follower Blog Perawat.

Pagi ini yang bersangkutan mengirimkan mention kepada Blog Perawat menanyakan ‘apa enaknya menjadi perawat?‘. Kemudian, Blog Perawat pun men-share pertanyaan tersebut melalui twitter Blog Perawat dan melalui facebook fans page Blog Perawat. Ada beberapa jawaban yang masuk, namun menurut Blog Perawat jawaban yang ada perlu ditambahkan sehingga MahdaMela maupun orang awam lain mendapat pemahaman yang utuh dan komprehensif mengenai profesi perawat sehingga nama perawat akan senantiasa baik di masyarakat.

Menurut pendapat pakar keperawatan, seperti Florence Nightingale (1820-1910) mendefinisikan keperawatan sebagai ‘the act of utilizing the environment of the patient to assist him/her in his/her recovery’ artinya bahwa keperawatan itu adalah profesi yang bertindak dengan cara memanfaatkan yang ada di lingkungan sekitar untuk membantu klien/pasien mendapatkan kesembuhan kesehatan.

Sedangkan Virginia Henderson (1897-1996) menyampaikan bahwa definisi keperawatan adalah ‘the unique function of the nurse is to assist the individual, sick or well, in the performance of those activities contributing to health or its recovery (or to peaceful death) that he would perform unaided if he had the necessary strength, will, or knowledge, and to do this in such way as to help him gain independence as rapidly as possible’ artinya adalah bahwa seorang perawat itu memiliki fungsi yang unik, yaitu membantu individu baik yang sehat maupun yang sakit, dimana kinerja perawat adalah berupa aktivitas yang bertujuan untuk meningkatkan derajat kesehatan atau menyembuhkan (atau pasien wafat secara tenang), sehingga individu yang dibantu tersebut dapat menampilkan kemandirian sesuai kemampuan – kemauan, atau pengetahuan – yang dimilikinya, dan semuanya itu dilakukan melalui berbagai cara sehingga individu tersebut dapat mandiri secepat mungkin.

Secara umum pakar keperawatan mendefinisikan keperawatan sebagai ‘caring; an art; a science;client centered; holistic; adaptif; concerned with health promotion, health maintenance, and health restoration; and, a helping profession’. Selain itu perawat dikenal juga memiliki banyak peran dan fungsi diantaranya adalah sebagai berikut: caregiver, communicator, teacher, client advocate, counselor, change agent, leader, manager, case manager, research consumer, dan expanded career roles.

Nah, untuk menjadi seorang perawat juga tidak mudah, karena seorang perawat adalah individu yang memiliki pendidikan minimal diploma keperawatan, yaitu pendidikan dasar hingga sekolah menengah atas, ditambah dengan tiga tahun pendidikan di perguruan tinggi. Selain itu ada pula perawat yang langsung lulus dari pendidikan sarjana keperawatan. Ada yang master keperawatan, doktor keperawatan, bahkan profesor keperawatan. Kondisi tersebut menempatkan para perawat sejajar dan menjadi mitra terhadap profesi yang lain, terutama profesi kesehatan.

Lalu, apa enaknya jadi perawat? Ini yang menarik! Setiap orang pasti memiliki alasan tersendiri yang unik dan mungkin berbeda antara individu yang satu dengan individu yang lain. Namun, Blog Perawat memiliki alasan tersendiri dan bisa juga merupakan rangkuman dari beberapa tanggapan dari rekan sejawat yang diterima oleh Blog Perawat. Alasannya adalah sebagai berikut:

Alasan Pertama, tidak berlebihan jika alasan Ekonomi kita jadikan motivasi untuk menjadi seorang perawat. Perlu diketahui, pada masa sekarang ini perawat merupakan salah satu profesi untuk mendapatkan penghasilan secara halal. Jasa dan tenaganya cukup dibutuhkan oleh negara dan masyarakat, juga dibutuhkan oleh user dari luar negeri untuk ditempatkan dalam fasilitas kesehatan maupun pendidikan kesehatan. Gaji yang didapatkan pun lebih dari cukup dan dikategorikan kedalam kelas menengah di Indonesia saat ini. Perawat Indonesia yang bekerja di dalam negeri kini mendapatkan gaji sekurangnya 1 juta rupiah sehingga 5 juta rupiah tergantung dari tingkat pendidikan, lama pengalaman kerja dan kedudukan perawat tersebut di tempat kerja. Sedangkan perawat Indonesia yang bekerja di luar negeri, gajinya sekurangnya adalah 10 juta rupiah. Nah, kita melakukan pekerjaan yang kita sukai dan mendapatkan penghargaan (baca: gaji) yang lumayan besar, apakah tidak tertarik?

Alasan Kedua, boleh jadi alasan Sosial mendasari seseorang menjadi perawat. Mengapa demikian? Karena banyak juga yang menjadi perawat karena didorong oleh keinginan orang tua. Alasan orang tua mendorong anaknya menjadi perawat antara lain bisa meningkatkan derajat keluarga dimata masyarakat, karena di beberapa daerah seorang perawat masih menjadi status yang cukup disegani di masyarakat. Selain itu, alasan orang tua mendorong anaknya untuk menjadi perawat adalah agar semasa ada kerabat atau anggota keluarga yang sakit, anaknya yang menjadi perawat tersebut dapat membantu menolong dengan ilmu serta pengetahuannya untuk mengembalikannya [dengan izin Tuhan Yang Maha Esa, tentunya] ke tahap kesehatan sebelumnya. Nah, betul khan, perawat dianggap penting oleh keluarga dan masyarakat disekitar-nya, apa tidak tertarik juga?

Alasan Ketiga, bisa juga alasan Spiritual dijadikan sebagai faktor pendorong seseorang menjadi perawat. Kok bisa? Ya bisa donk. Seperti definisi keperawatan yang disampaikan oleh Nightingale dan Henderson diatas bahwa perawat itu profesi yang tugasnya menolong orang lain, baik yang sehat maupun yang sakit, baik yang dikenal maupun yang tidak dikenal, baik yang seagama maupun tidak seagama, dan lain-lain dan lain-lain. Nah, profesi yang tugasnya menolong orang lain biasanya akan mendapat tempat yang terhormat secara spiritual. Selain itu profesi yang kerap menolong orang lain akan mengasah nurani individu yang menjalankan profesi tersebut untuk terus bersikap empati atau senantiasa merasakan penderitaan orang lain sehingga yang bersangkutan akan lebih bersabar dan bersyukur dalam menjalani hidup. Kesimpulannya, sudah dapat gaji, dibutuhkan keluarga, juga banyak mendapat banyak pahala dari aktivitas menjalankan profesinya lagi. Beneran nich nggak tertarik?

Alasan Keempat, ini mungkin alasan akhir setiap manusia, yaitu Aktualisasi Diri. Senang dihormati oleh orang lain, senang pendapatnya didengarkan oleh orang lain, bisa menjadi diri sendiri tanpa harus diintimidasi oleh orang lain, itulah inti dari aktualisasi diri. Emang apa hubungannya dengan profesi perawat? Hubungannya erat! Seorang perawat itu berpendidikan tinggi, orang yang berpendidikan tinggi biasanya dihormati oleh masyarakat, ini aktualisasi diri. Seorang perawat juga biasanya mendapatkan gaji secara teratur sehingga dapat hidup secara layak di masyarakat, apalagi yang kerja di luar negeri dengan gajinya yang tinggi, masyarakat juga akan respek pada perawat ini, aktualisasi diri juga. Seorang perawat membantu orang lain dengan senang hati tanpa merasa terbebani dan diintimidasi oleh orang lain, ini juga aktualisasi diri. Kalau diceritakan disini tidak akan habis menulisnya tentang aktualisasi diri seorang perawat ini. So, yakin tidak tertarik dengan perawat?

Kesimpulannya, menjadi perawat itu enak, asalkan dikerjakan dengan senang hati, merupakan panggilan jiwa untuk menolong orang lain dan beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa, menjadi diri sendiri sesuai dengan minat dan bakat kita, juga sebagai suatu cara untuk mendapatkan penghasilan untuk menghidupi keluarga secara halal.

Menjadi perawat akan terasa tidak enak kalau: dipaksa oleh orang tua atau orang lain, bukan panggilan jiwa, tidak menyukai dunia kesehatan, kurang atau tidak mampu untuk bergaul dengan orang lain secara adekuat (terutama klien/pasien), dan lain-lain dan lain-lain. Kalau alasannya seperti itu, dijamin pasti menjadi perawat tidak enak banget. Nah, yang seperti ini harus dihindari, tidak tertarik juga tidak apa-apa.

Demikian menurut pendapat Blog Perawat tentang enak tidak enaknya menjadi perawat. Silakan kritik dan sarannya disampaikan sehingga dapat memperbaiki artikel ini dan menjadi input bagi rekan sejawat yang menjalaniprofesi perawat. Terima kasih.

14 Comments
  1. mery
    • Didi Keitha
  2. asnat
    • Didi Keitha
  3. Yutino Rosendri
  4. Debby
    • Blog Perawat
  5. khusnul haidar
    • Blog Perawat
  6. Y.F.ika wulandari Skep,Ns
    • Blog Perawat
  7. shabrina
    • Blog Perawat