Ejaan dan Tanda Baca dalam Penulisan Ilmiah

 

Penulisan ilmiah, baik karya tulis ilmiah, skripsi, thesis maupun disertasi sering ditemukan berbagai kesalahan dalam penulisannya. Berbagai kesalahan yang sering menyertai penulisan ilmiah tersebut akan diuraikan dalam pembahasan berikut:

Legibilitas, merupakan komentar yang ingin disampaikan oleh penulis artikel ilmiah, dilakukan secara jelas melalui pencantuman kata-kata atau angka-angka dan simbol-simbol.

Kesalahan: Sering terjadi ketidakjelasan sehingga membingungkan pembaca, sebagai contoh: ‘daripada’, ‘yang mana’ atau nomor 7 dan 1 tertulis tidak jelas, sehingga simbol yang mirip dapat terbaca secara terbalik.

Pembetulan: Kata-kata dan angka perlu ditulis secara jelas, gunakan spasi diantara 2 kata jika perlu, tuliskan simbol secara tepat.

Punktuasi, menunjukkan suatu indikasi visual hubungan gramatikal dan merupakan suatu alat untuk menunjukkan apa yang terjadi pada seseorang ketika membaca kalimat. Punktuasi diklasifikasikan kedalam 2 bagian, yaitu punktuasi terminal dan punktuasi internal. Tanda punktuasi terminal, contohnya: titik, tanda-tanya, atau tanda seru, yang kesemuanya mengakhiri suatu kalimat. Tanda ini memisahkan antar kalimat, merupakan tanda komplit dan berpengaruh bagi penulis. Tanda punktuasi internal, contohnya: koma, semi koma/titik koma, titik dua, dan garis lurus. Tanda ini memisahkan kata-kata dalam suatu kalimat.

Koma

a. Digunakan pada titel, nama, tanggal, gelar, dan nama keluarga. Contoh:

  • Nn. S., adalah kepala ruangan.
  • Kita telah memilih Ibu M, S.Kp., untuk mewakili kita.

b. Tempatkan koma diantara item dalam suatu rangkaian. Sebuah koma diantara kata kedua sampai terakhir akan mengkoordinasikan hubungan, dan mengurangi ketidakjelasan.

Contoh:

  • Air seni, sputum, dan spesimen tinja telah dikumpulkan dari klien itu.
  • Sikat biopsi adalah alat yang murah, dipakai berulang, dan aman.

c. Jika koma tidak diletakkan sebelum dua kata yang berhubungan akan menimbulkan ketidakjelasan.

Contoh Kesalahan: Tim resusitasi meliputi dua anggota tim kesehatan, seorang teknisi EKG dan seorang dokter IGD.

Contoh Pembetulan: Tim resusitasi meliputi dua anggota tim kesehatan, seorang teknisi EKG, dan seorang dokter IGD.

d. Gunakan koma di depan kata sifat sebelum kata benda. Kata sifat yang ditempatkan didepan kata benda dapat memodifikasi kata benda tersebut atau memodifikasi kata benda dan kata sifat yang mendahuluinya. Contoh:

  • Kegiatan itu merupakan suatu pemeriksaan yang panjang, dan melelahkan.
  • Klien itu mengalami suatu luka yang lebar, dan dalam.

e. Gunakan koma disekitar kata/kalimat yang tidak restriktif, bukan disekitar kata/kalimat yang restriktif. Contoh:

  • Pembedahan terutama yang elektif memiliki prioritas lebih rendah daripada kegiatan laboratorium rutin. (Kata/kalimat restriktif).
  • Pembedahan, terutama yang elektif, memiliki prioritas lebih rendah daripada kegiatan laboratorium rutin. (Kata/kalimat yang tidak restriktif).

f. Kesalahan penggunaan koma, yaitu jika ditempatkan pada serangkaian kalimat yang dapat dibagi dua dan berdiri sendiri. Contoh:

  • Spesimen dari laboratorium telah diuji, hasilnya menunjukkan adanya kerusakan sel.
  • Spesimen dari laboratorium telah diuji, dan hasilnya menunjukkan adanya kerusakan sel.
  • Spesimen dari laboratorium telah diuji; hasilnya menunjukkan adanya kerusakan sel.

Semi kolon/titik koma, memiliki nilai yang lebih berat daripada koma. Posisinya sama dengan koma dan kata penyambung. Fungsi utama semi kolon adalah:

a. Semi koma menghubungkan serangkaian kata atau dua susunan kalimat independen yang saling bertentangan.

Contoh:

  • Para perwakilan buruh di DPR mendukung rancangan undang-undang perburuhan yangbaru; para wakil guru menentang rancangan tersebut.

b. Memberikan pause diantara dua pernyataan yang paralel dan seimbang. Contoh:

  • Buku referensi obat telah memberikan banyak informasi tentang obat bagi perawat; Unit Penempatan Dokter telah memungkinkan mereka menempatkan dokter bagi klien yang masukke rumahsakit tanpa rujukan dokter.

Garis lurus (Garus), merupakan teman dekat dan sekaligus musuh bagi perawat yang sering menulis laporan atau menyusun artikel ilmiah. Garis lurus (Garus) tidak boleh digunakan sebagai pengganti koma, semi koma, atau titik. Garus sebaiknya digunakan hanya dua kali per kalimat, dan tidak terlalu sering digunakan dalam satu halaman agar pembaca tidak kehilangan makna tulisan yang ingin dikemukakan. Fungsi utama garus, digunakan untuk memcah alir kalimat ketika penulis akan:

a. Memasukkan beberapa informasi parentetikal,

b. Membuat suatu perubahan tiba-tiba dalam alur pikir untuk penekanan,

c. Menguraikan serangkaian item, pada awal kalimat untuk didiskusikan bersama.

Contoh:

  • Nilai terbesar dari argumennya – yang ia buat untuk dikemukakan didepan Dewan minggu depan – merupakan suatu peningkatan serangkaian manfaat.
  • Peningkatan gaji sangat diharapkan – terutama oleh para staf dinas rotasi – pada rumahsakit XX.
  • Menelaah indeks keperawatan, menduplikasikan artikel, dan membuat catatan – semua ini merupakan kegiatan awal untuk menulis suatu artikel ilmiah.

Titik dua (kolon), memiliki fungsi:

a. Digunakan setelah pembuka kalimat (salam = greetings) pada surat resmi. (Koma pada surat tidak resmi)

b. Digunakan sebelum kutipan yang panjang. Contoh: Bapak M memberikan informasi sebagai berikut: ……………………… (kutipan panjang).

c. Sebuah kolon dilibatkan sebelum serangkaian panjang item-item yang akan dikemukakan, tetapi kata-kata yang memperkenalkan serangkaian item ini harus berdiri sendiri sebagai suatu kalimat lengkap.

Contoh: Paket ini mengandung banyak barang yang berharga: berlian, cincin emas, blue saphire, ruby, gelang.

Titik, tanda tanya, dan tanda seru. Ketiga punktuasi terminal ini sudah cukup jelas dan jarang menimbulkan masalah bagi penulis. Titik digunakan untuk mengakhiri kalimat. Tanda tanya menandakan sebagian pernyataan yang ditulis sedang dipertanyakan. Tanda seru perlu hati-hati digunakan; penggunaan yang terlalu sering perlu dihindari. Tanda ini tidak boleh terlihat pada laporan resmi.

Persetujuan/Kesepakatan, sersetujuan atau kesepakatan diperlukan penulis terutama terkait dengan kata benda dan kata kerja. Kedua kata ini saling memberikan informasi.

Kata benda biasanya merupakan merupakan kata tunggal. Jika akan menjelaskan jamak maka ditambah satu kata didepan kata benda ini: beberapa. Jika didahului angka, maka kata benda tidak didahului kata beberapa atau tidak diulang. Contoh:

  • Saya membutuhkan beberapa buku.
  • Batas penulisan untuk sebuah artikel yang diterbitkan dalam majalah ini adalah 400 kata.

Kesepakatan penggunaan kedua kata ini adalah:

  • Kata benda tunggal membutuhkan kata kerja tunggal. Contoh: Penelitian saya menghasilkan dampak positif.
  • Kata benda jamak membutuhkan kata kerja jamak (bahasa Inggris) dan kata kerja tunggal (bahasa Indonesia). Contoh: A boy walks down the street; The boys walk down the street. Hasil statistik mendukung kesimpulannya; hasil statistik mendukung beberapa kesimpulannya.

Modifikasi, amat penting dalam penulisan ilmiah, yang secara universal meliputi klasifikasi dan spesifikasi. Modifikasi dapat mengikuti sebuah kata (baju biru), serangkaian kata-kata, atau sebuah kalimat. Contoh: Seorang perawat lulusan Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia.(Berfungsi memisahkan orang ini dari perawat lain yang bukan lulusan Kharisma). Modifikasi digunakan untuk menjelaskan, membatasi, atau membuat pernyataan menjadi lebih pasti.

Ejaan, yang benar akan menghasilkan suatu tulisan ilmiah yang baik. Karena banyak kata-kata medik/kedokteran yang sulit untuk diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia. Hal ini sering dijunpai, terutama pada huruf: a, i, u, e, o. Contoh:

  • Appendectomy, tidak bisa diterjemahkan dengan penulisan Apendiktomi.
  • Capillary, tidak bisa diterjemahkan dengan penulisan kapilar atau kapiler.
  • Intelligent, tidak bisa diterjemahkan dengan penulisan intelegen.

Akibat mengabaikan garus. Contoh: Self-concept, tidak bisa diterjemahkan dengan penulisan konsep diri (benar: konsep-diri)

Akibat ingin seperti terdengarnya. Contoh: Telephone, tidak bisa diterjemahkan dengan penulisantelefon. (benar: tilpon atau telepon)

Kata yang Membingungkan, banyak terjadi pada bahasa Inggris. Suatu kata yang mirip dengan kata lainnya. Contoh:

  • Accept, mirip dengan Except
  • Advice, mirip dengan Advise
  • Affect, mirip dengan Effect
  • Breath, mirip dengan Breathe
  • Capital, mirip dengan Capitol
  • Charted, mirip dengan Chartered
  • Cite, mirip dengan Site atau Sight

Kata yang Tidak Sesuai, yaitu kedudukan kata yang menimbulkan ketidaksesuaian dalam sebuah kalimat. Contoh:

  • Antara kamu dan saya
  • Antara kamu dan aku (pada tulisan: anda, pembaca, penulis, peneliti)
  • Sangat atau amat
  • Daripada

Kata Klise, yaitu kata harian/lisan yang sering digunakan dalam tulisan. Banyak terjadi dikalangan profesional, dan menjadi karakteristik dari profesi tersebut. Contoh kalimat yang tidak memberikan informasi secara rinci, banyak ditemui pada laporan keperawatan:

  • Berfungsi baik, apa yang berfungsi baik? (mental/fisik)
  • Tidak ada perubahan, apa yang tidak berubah?
  • Tidak ada keluhan
  • Tidak dapat bekerja sama

Kata Harian/Jargon, yaitu setiap profesi memiliki perbendaharaan kata yang bersifat teknis. Jenis kata ini sering menimbulkan kekecewaan pada pembacanya, karena dapat mengurangi kejelasan dan kesederhanaan kalimat. Kata jargon merupakan  bahasa yang kosong, semua berisi udara dengan sedikit zat yang bermanfaat didalamnya. Kata jargon ini diletakkan oleh penulis dengan cara menghilangkan satu kata lama yang sangat jelas dan digantikan dengan beberapa kata baru yang memberikan gambaran berbelit-belit atau ‘circumlocution’. Banyak terdapat pada bahasa Inggris dan Indonesia. Contoh:

  • Utilize untuk kata ‘use’ atau ‘employ’.
  • Dikonseptualisasikan untuk kata ‘dipikirkan’.
  • Dioperasionalisasikan untuk kata ‘dilaksanakan.

Kalimat Penuh Kata-Kata, yaitu dimana ada kata-kata jargon, disitu terdapat kalimat atau pernyataan yang mengandung banyak kata-kata yang tidak perlu. Wordiness atau kelebihan kata (kata yang berlebih) merupakan suatu situasi yang penuh dengan kata-kata kososng, tidak bermakna, dan sedikit informasi. Kata-kata digunakan untuk kepentingan kalimat itu sendiri, bukan demi materi, substansi atau isi dari kalimat/pernyataan yang sedang dikemukakan.

Penulisan ilmiah harus polos dan renyah, tidak terlalu banyak dilapisi oleh jaringan lemak yang mengandung kata-kata tidak perlu, menghambat penjelasan, atau kualifikasi yang tidak relevan. Tidak menggunakan dua belas kata jika tujuh kata cukup dapat menjelaskan makna/isi kalimat. Beberapa cara dimana penulis artikel ilmiah dapat menghindarkan diri dari penggunaan kata berlebih:

1. Susun dan tetapkan kalimat dengan cara menggunakan kata lebih langsung dan sederhana. Contoh:

  • Berdasarkan fakta yang tersebut diatas bahwa (betul: karena itu/sebab).
  • Dalam suatu cara yang diatur sedemikian rupa (betul: maka).
  • Adalah sangat bermanfaat apabila (betul: bermanfaat untuk).
  • Dengan merujuk pada (betul: menurut).
  • Mempertimbangkan masalah dari (betul: masalah).

2. Hilangkan kata-kata yang memberikan kualifikasi yang tidak perlu (kata miring merupakan kata penyusup). Contoh:

  • Banyak dalam jumlah.
  • Bulat dalam bentuk.
  • Terdengar oleh telinga.
  • Jujur dalam karakter.
  • Biru warnanya.
  • Dapat diraba dengan tangan.

3. Hilangkan kata-kata tautologikal (tidak perlu): banyak terdapat dalam laporan keperawatan. Contoh:

  • Klien sangat resah dan gelisah.
  • Klien mengeluh tangannya baal dan tidak dapat merasa.
  • Klien tidur nyenyak dan tidak ada keluhan.

4. Awali kalimat dengan tidak terlalu sering menggunakan kata-kata: Adalah, Disini, Disana, Ini, Itu. Contoh:

  • Adalah banyak responden yang menunjukkan ketidaktahuan dalam mengatasi perasaannya. (betul: Banyak responden menunjukkan ketidaktahuan dalam mengatasi perasaannya).
  • Ini telah diperdebatkan bahwa pendidikan keperawatan sedang berkembang dengancepatnya. (betul: Jumlah pendaftar telah menunjukkan pendidikan keperawatan sedang berkembang).
  • Disana banyak staff yang memerlukan tempat parkir. (betul: Banyak staf yang memerlukan tempat parkir).
  • Adalah sangat perlu untuk menelaah catatan imunisasi mahasiswa setiap tahun. (betul: Telaah catatan imunisasi mahasiswa setiap tahun).

5. Ganti kata-kata majemuk dengan sinonim kata tunggal. Contoh:

  • Klien diberi posisi sedemikian rupa sehingga bahwa kaki kirinya tidak dapat digerakkan kesamping atau ditekukkan lututnya. (betul: Kaki kiri klien telah diimobilisasi).
  • Penelitian ini telah membuang jauh semua keraguan kita bahwa ronde malam perlu dilakukan.(betul: Penelitian ini mengkonfirmasikan bahwa ronde malam perlu dilakukan).

6. Kombinasikan atau susun kembali kalimat untuk menghindari kata berlebih dan menambah penekanan. Contoh:

Referensi:

  • Handajany, Sofie. (2001). Penggunaan kalimat berlebih atau kata-kata jargon. (Makalah). Tidak dipublikasikan, Akademi Keperawatan Kharisma, Karawang.
  • Nurachmah, E. (2002). Makna kalimat dan kata harian. (Makalah). Tidak dipublikasikan, Fakultas Ilmu Keperawatan Universitas Indonesia, Jakarta.
  •  Blog Perawat