Merancang Penelitian Keperawatan secara Online

Kalau sebelumnya para Perawat membuat penelitian secara konvensional dengan banyak memanfaatkan kertas, ada baiknya kalau sekarang dan kedepan para Perawat menyusun penelitian secara paperless dengan memanfaatkan media online yang ada. Sehingga penelitian para Perawat akan lebih ramah lingkungan, terlihat modern namun tujuan dari penelitian yang dilakukan tercapai. Untuk itu seorang Perawat harus melek terhadap teknologi informasi, misalnya faham cara googling atau browsing, cara berkomunikasi melalui e-mail, melalui laman Facebook atau Twitter dan mampu memanfaatkan aplikasi website yang menyediakan jasa pembuatan survey atau kuestioner secara online.

Kami akan coba uraikan semudah mungkin agar Perawat dapat merancang penelitian Keperawatan secara online. Langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

Pertama, anda sudah menyusun sebuah proposal penelitian. Perlu diketahui berdasarkan Polit and Beck (2006) fase-fase dalam penelitian Kuantitatif terdiri dari: 1. Fase konseptual, 2. Fase perencanaan dan desain penelitian, 3. Fase empirik, 4. Fase Analisa dan 5. Fase desiminasi. Sedangkan fase-fase dalam penelitian Kualitatif, meliputi: 1. Fase konseptual dan perencanaan, 2. Fase pelaksanaan penelitian dan 3. Fase diseminasi. Berdasarkan hal tersebut, maka bila anda sedang menyusun penelitian Kuantitatif, proposal penelitian anda sudah siap hingga di fase 2 (perencanaan dan desain penelitian), saat ini proposal penelitian anda dalam kondisi untuk melaksanakan fase 3 (empirik), yaitu mengumpulkan data penelitian. Sedangkan bila anda sedang membuat penelitian Kualitatif, maka proposal penelitian anda sudah selesai pada fase 1 (konseptual dan perencaan), saat ini anda sedang melakukan fase 2 (pelaksanaan penelitian) melalui pengambilan data penelitian.

Kedua, anda disarankan membuat kuestioner penelitian secara online melalui website Polldaddy atau SurveyMonkey. Kedua website ini menawarkan jasa pembuatan kuesioner secara online, secara gratis berarti kuesioner anda terbatas hanya untuk 10 pertanyaan saja, namun bila secara berbayar maka kuesioner dan analisa data penelitian anda akan sepenuhnya dibantu oleh kedua website tersebut. Polldaddy menawarkan paket berlangganan pertahun sebesar $200 untuk akun pribadi, sedangkan SurveyMonkey menawarkan paket bulanan sebesar $20 atau tahunan sebesar $240. Tampilan website Polldaddy dan SurveyMonkey adalah seperti dibawah ini: 

Ketiga, anda dapat sebarluaskan survey online anda melalui Facebook, Twitter maupun Blog anda sampai dengan tenggat waktu yang telah ditetapkan. Anda dapat pula mensosialisasikan survey online anda melalui Email terhadap teman-teman anda yang anda fikir sesuai menjadi responden dalam penelitian anda tersebut. Adapun untuk Facebook, survey online anda dapat terpampang apabila anda membuat Facebook Page, sedangkan untuk Blog survey online anda dapat dilampirkan (embed) dalam laman Blog anda dan dapat di klik langsung oleh setiap pengunjung Blog anda yang berkenan untuk mengisi survey online tersebut. Sedangkan Twitter dan Email dapat anda gunakan untuk mensosialisasikan survey online anda tersebut secara online.

Keempat, setelah selepas semua proses itu anda lakukan, anda tinggal menunggu tenggat waktu yang telah ditetapkan sambil sesekali anda mengunjungi Polldaddy atau SurveyMonkey anda, sambil meninjau seberapa banyak responden yang sudah mengisi kuesioner online anda. Apabila masik kurang, sosialisasikan kembali survey online tersebut melalui Facebook, Twitter maupun Email anda. Begitu seterusnya sehingga tercapai tujuan yang anda maksudkan dalam penelitian tersebut.

Kelima, setelah habis tenggat waktu yang anda inginkan, maka anda dapat men-download atau mencetak hasil jawaban dari responden untuk survey online anda. Selanjutnya anda analisa datanya, kemudian anda tuliskan laporan penelitiannya sesuai dengan kaidah penelitian yang telah ditetapkan. Kemudian dapat anda publikasikan dalam Blog anda atau anda laporkan ke kampus anda kalau memang tulisan itu adalah tugas akhir pendidikan anda. Mudah bukan?

2 Comments
  1. Asuhan Keperawatan NANDA
    • Blog Perawat