Jump To Top

Sejarah Keperawatan di Indonesia

October 22, 2011
By

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) adalah perhimpunan seluruh perawat indonesia, didirikan pada Tanggal 17 Maret 1974. Kebulatan tekad spirit yang sama dicetuskan oleh perintis perawat bahwa tenaga keperawatan harus berada pada wadah/organisasi nasional (fusi dan federasi).

Sebagai fusi dari beberapa organisasi yang ada sebelumnya, PPNI mengalami beberapa kali perubahan baik dalam bentuknya maupun namanya. Embrio PPNI adalah Perkumpulan Kaum Velpleger Boemibatera (PKVB) yang didirikan pada tahun 1921. Pada saat itu profesi perawat sangat dihormati oleh masyarakat berkenaan dengan tugas mulia yang dilaksanakan dalam merawat orang sakit. Lahirnya Sumpah Pemuda tahun 1928 mendorong perubahan nama PKVB menjadi Perkumpulan Kaum Velpleger Indonesia (PKVI). Pergantian kata Boemibatera menjadi Indonesia pada PKVI bertahan hingga tahun 1942.

Pada masa penjajahan Jepang perkembangan keperawatan di Indonesia mengalami kemunduran dan merupakan zaman kegelapan bagi bagi keperawatan Indonesia. Pelayanan keperawatan dikerjakan oleh orang yang tidak memahami ilmu keperawatan, demikian pula organisasi profesi tidak jelas keberadaannya.

Bersama dengan Proklamasi 17 Agusutus 1945, tumbuh Organisasi Profesi Keperawatan. Setidaknya ada tiga organisasi profesi antara tahun 1945 – 1954 yaitu:

1. Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI)

2. Persatuan Djuru Rawat Islam (PENJURAIS)

3. Serikat Buruh Kesehatan (SBK)

Pada tahun 1951 terjadi pembaharuan organisasi profesi keperawatan yaitu terjadi fusi organisasi profesi yang ada menjadi Persatuan Djuru Kesehatan Indonesia (PDKI). Sebagai upaya konsolidasi organisasi profesi tanpa mengikutsertakan Serikat Buruh Kesehatan (SBK) karena terlibat dengan pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI).

Dalam kurun waktu 1951 – 1958 diadakan Kongres di Bandung dengan mengubah nama PDKI menjadi Persatuan Pegawai Dalam Kesehatan Indonesia (PPDKI) dengan keanggotaan bukan dari perawat saja. Demikian pula pada tahun 1959 – 1974, terjadi pengelompokan organisasi keperawatan kecuali Serikat Buruh Kesehatan (SBK) bergabung menjadi satu organisasi Profesi tingkat Nasional dengan nama Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). Nama inilah yang resmi dipakai sebagai nama Organisasi Profesi Keperawatan di Indonesia hingga saat ini.

Sejak tahun 1974 sampai sekarang, PPNI terus menguatkan langkahnya untuk menjadi organisasi profesi yang kuat dan mampu mengayomi bagi setiap anggotanya. PPNI telah menaungi perawat Indonesia di 33 Provinsi termasuk institusi pendidikan tinggi keperawatan dan merepresentasikan lebih dari 500.000 perawat di Indonesia.

Banyak langkah dan perjuangan yang telah dilakukan oleh PPNI untuk menjadikan perawat Indonesia sebagai perawat yang professional dan diakui bukan hanya di Indonesia sendiri, tetapi juga di dunia internasional.

Adapaun visi dan misi Persatuan Perawat Nasional Indonesia adalah sebagai berikut:

Visi:

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) sebagai wadah nasional yang memiliki suara komunitas keperawatan dan peduli terhadap pemberian pelayanan/asuhan keperawatan yang bermutu bagi kepentingan masyarakat.

Misi:

1. Menguatkan manajemen kepemimpinan PPNI untuk mencapai organisasi yang berwibawa jejaring yang kuat di tingkat kepengurusan Pusat, Provinsi, Kabupaten/Kota, dan Komisariat.

2. Mendukung perawat Indonesia untuk melakukan praktik keperawatan yang aman, kompeten dan profesional bagi masyarakat Indonesia3.

3. Menjadi pintu gerbang standar keperawatan regional dan internasional.

Susunan Pengurus Pusat PPNI pada periode 2010 – 2015 terdiri dari:
Ketua Umum: Dewi Irawaty, MA, PhD.
Ketua I: Dra. Junaiti Sahar, PhD
Ketua II: Rita Sekarsari, SKp, MHSM.

Sekretaris Jenderal: Harif Fadhillah, SKp., SH.
Sekretaris I: Yeni Rustina, PhD.
Sekretaris II: Yupi Supartini, SKp., MSc.
Bendahara Umum: Netty Sofyan, SKM, M.Kes.
Bendahara I: Ruti Nubi, SKM
Bendahara II: Rasmanawati, SKp., MM

Departemen Organisasi
Ketua: Wawan Arif Sawana, SKp.
Anggota: Sunardi, MKep., Sp.KMB., Bambang Tutuko, SKp., SH.

Departemen Hukmas & Pemberdayaan Politik
Ketua: Amelia K, SKp., MN.
Anggota: Ahmad Neru, MKep. Sp.Kom., Armen Patria, SKp. MKes.

Departemen Pengembangan Kerjasama Dalam Negeri & Luar Negeri
Ketua: Masfuri, SKp. MN.
Anggota: Meidiana Dwidiyanti, SKM. MSc., Ns. Apri Sunadi, SKep.

Departemen Pelayanan
Ketua: Ns. Riyanto, MKep. Sp.Kom.
Anggota: Syahridal, SKp., Pawit Rodiah, SKp., M.Kep.

Departemen Pendidikan & Pelatihan
Ketua: Dra. Murni Hartanti, SKp., MSi.
Anggota: Astuti Yuni Nursasi, SKp. MN., Michiko Umeda, SKp. MS.Biomed

Departemen Kesejahteraan
Ketua: Mustikasari, SKp. MARS
Anggota: Asep Sopari, SKM, MM, MKM., Iwan Effendi, Amd.Kep.

Dewan Pertimbangan
Ketua: Prof. Achir Yani, MN. DNSc.
Sekretaris: Drs. Husen, BSc
Anggota: Drs. Husain, SKM., Ahmad Djauhari, MM., Janes Lesilolo, SKM. MKes.

Majelis Kehormatan Etik Keperawatan (MKEK)
Ketua: Dra. Junarsih W. Sudibjo
Sekertaris: Fitriati, SKM, MKes.
Anggota: Tien Gartinah, MN., Dra. Herawani Aziz, MKes. MKep., Sumijatun, SKp., MARS., Maria Wijaya, SKM.

 

Artikel ini dikutip dari: Persatuan Perawat Nasional Indonesia

Tags: , , ,

5 Responses to Sejarah Keperawatan di Indonesia

  1. March 4, 2012 at 10:54 pm

    Senangnya bisa menemukan teman sejawat dalam dunia blogsphre ini.

    Semoga para perawat Indonesia semakin maju aamiin

    • March 8, 2012 at 5:39 pm

      Terima kasih sudah mengunjungi blog kami. Salam kenal dan salam sejawat…

    • September 27, 2012 at 5:52 pm

      aminnnn,,, doakan juga semua perwat indonesia semuanya sukses,,,

  2. Angga Saputra
    February 9, 2012 at 9:23 am

    Jayalah selalu Ilmu Keperawatan Indonesia

You must log in to post a comment.

Feature

DPP PPNI: Bergabunglah bersama Kami dalam Aksi 21 Mei 2013

Rekan sejawat Perawat Indonesia, saat ini Dewan Pengurus Pusat (DPP) Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) memanggil semua civitas Keperawatan Indonesia untuk sama-sama bergerak untuk mendesak…

Read more »

Nova Riyanti Yusuf: UU Keperawatan Harus Mampu Lahirkan Perawat Berkualitas

Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Keperawatan masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) 2009-2014. RUU tersebut telah menjadi RUU prioritas sejak 2010, sesuai dengan usulan Komisi IX…

Read more »

Perawat Wajib Mengawal Pembahasan RUU Keperawatan di 5 Kementerian

Presiden Republik Indonesia (Presiden RI) Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 8 April 2013 telah menerbitkan sebuah surat yang ditujukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat…

Read more »

President and CEO ICN: Happy International Nurses Day 2013

Seiring dengan kehadiran tanggal 12 Mei 2013, Penulis sengaja mem-posting kata sambutan yang disampaikan oleh Presiden dan CEO International Council of Nurses (ICN) yang tercantum…

Read more »

Negara Asia yang Paling Tinggi Investasinya di Bidang Pendidikan

Sering dikatakan bahwa generasi muda adalah masa depan suatu bangsa. Oleh karena itu bukan suatu hal yang menakjubkan apabila pemerintahan sebuah negara mengalokasikan anggaran yang…

Read more »



%d bloggers like this: