Sumpah Seorang Perawat

Program Pendidikan Keperawatan memiliki beberapa jenjang, diantaranya adalah Sekolah Perawat Kesehatan (saat ini sudah ditutup), Akademi Keperawatan, Sarjana Keperawatan, Magister Keperawatan dan Doktoral Keperawatan. Setiap lulusan dari Program Pendidikan Keperawatan tersebut, sebelum menjalankan tugasnya wajib mengucapkan sumpah di depan civitas akademika kampus, perwakilan organisasi profesi, perwakilan pelayanan kesehatan dengan disaksikan oleh ahli-ahli agama dari tiap-tiap agama yang dipeluk oleh wisudawan atau wisudawatinya.

Pengucapan sumpah ini mengikut tradisi yang sudah berlangsung selama ribuan tahun di profesi kesehatan yang lain, sebagaimana pernah dilakukan oleh Hippokrates untuk praktik Kedokteran yang telah dilaksanakan sejak 400 tahun sebelum masehi seperti terlihat dalam gambar berikut ini: 

Florence Nightingale juga telah mempeloporinya untuk profesi Keperawatan, yaitu beliau lakukan pada tahun 1893 setelah lulus dari pendidikan Keperawatan pada masa itu. Sumpah beliau terlihat seperti dalam gambar dibawah ini: 

Bagi lulusan Sekolah Perawat Kesehatan maupun Akademi Keperawatan pastilah tidak asing lagi dengan acara ‘Caping Day‘, yaitu penyematan topi khas Perawat perempuan, dilakukan semasa awal kuliah disertai dengan diambil sumpah. Namun untuk program pendidikan Sarjana Keperawatan agak berbeda sedikit dan tidak mengenal istilah ‘Caping Day‘ ini. Adapun akuan sumpah pada berbagai jenjang program pendidikan Keperawatan tersebut kurang lebih seperti yang tertulis dibawah ini:

Demi Allah Subhanahuwata’alla (Sesuai agama masing-masing), Saya Bersumpah:

Bahwa Saya, Sebagai Ahli Madya Keperawatan (Sarjana Keperawatan), Akan Menjalankan Tugas Saya Sebaik-baiknya, Menurut Undang-Undang Yang Berlaku, Dengan Penuh Tanggung Jawab Dan Kesungguhan.

Bahwa Saya, Sebagai Ahli Madya Keperawatan (Sarjana Keperawatan)Dalam Menjalankan Tugas Atas Dasar Kemanusiaan , Tidak Akan Membeda-bedakan Pangkat, Kedudukan, Golongan, Bangsa DAN Agama.

Bahwa Saya, Sebagai Ahli Madya Keperawatan (Sarjana Keperawatan)Dalam Menjalankan Tugas Akan Membina Kerjasama, Keutuhan Dan Kesetiakawanan Dengan Teman sejawat.

Bahwa Saya, Sebagai Ahli Madya Keperawatan (Sarjana Keperawatan)Tidak Akan Menceritakan Kepada Siapapun, Segala Rahasia Yang Berhubungan Dengan Tugas Saya, Kecuali Jika Diminta Pengadilan Untuk Keperluan Kesaksian.

Semoga Allah Subhanahuwata’ala Memberi Kekuatan Kepada Saya.

Setelah acara ‘Caping Day‘ ini biasanya mahasiswa atau mahasiwi program pendidikan Keperawatan akan mulai aktivitasnya untuk berpraktik di beberapa lahan kritik yang tersedia guna menambah pengalaman klinik dan memahirkan ketrampilannya dalam mengerjakan berbagai tindakan Keperawatan. Sedangkan untuk program pendidikan Keperawatan yang lebih tinggi seperti Sarjana Keperawatan, pengucapan janji ini akan dilaksanakan setelah lulus dari program pendidikan Profesi dimana mahasiswa dan mahasiswi akan keluar dari kampus dan mulai untuk mengabdikan ilmunya di berbagai tatanan pelayanan kesehatan.

Sumpah yang dilakukan oleh berbagai jenjang program pendidikan Keperawatan ini pada intinya adalah bertujuan baik, yaitu memberikan kesadaran individu terhadap suatu profesi yang sudah dipilihnya sebagai jalan hidup, selain itu sumpah tersebut juga memberikan kesadaran individu agar tidak melakukan malpraktik dalam menjalankan profesi yang telah dipilihnya, tidak kalah penting adalah agar individu dengan profesi Perawat tersebut dapat menjalankan peran dan tugasnya secara akuntabel dan responsible. Semoga profesi Keperawatan Indonesia tidak hanya terikat pada sumpah profesi saja, tetapi diharapkan dikemudian hari akan juga terikan dengan Undang-Undang Praktik Keperawatan yang saat ini sedang terus dimatangkan dalam Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia. Semoga.

 

Source: Hippocratic Oath dan The Florence Nightingale Pledge

2 Comments
  1. riki September 15, 2012
    • Blog Perawat September 23, 2012